Thursday, 1 November 2012

Filled Under:

Istana Nabi Sulaiman Yang Unik dan Menakjubkan



Catatan sejarah mendedahkan pertemuan antara Sulaiman dengan Ratu Saba berdasarkan kajian yang dilakukan negeri tua Saba di Yaman Selatan. Kajian yang dilakukan terhadap runtuhan mendedahkan bahawa seorang "ratu" yang pernah berada di kawasan ini hidup antara 1000 s / d 950 SM dan melakukan perjalanan ke Utara (ke Jerusalem).

Keterangan lebih terperinci tentang apa yang terjadi di antara dua orang penguasa, kekuatan ekonomi dan politik dari dua negara ini, pemerintahan mereka dan hal lain yang lebih terperinci semuanya diterangkan dalam Surat An-Naml. Kisah yang meliputi sebahagian besar surat An Naml, memulakan keterangannya tentang ratu Saba berdasarkan berita yang dibawa oleh seekor burung Hud, salah satu tentera nabi Sulaiman kepadanya

Dalam surat dan ayat yang menerangkan tentang ratu Saba, Nabi Sulaiman juga disebutkan. Dalam Al Qurán diceritakan bahwa Sulaiman mempunyai kerajaan serta istana yang mengagumkan dan banyak perincian lain yang diberikan.

Berdasarkan ini, Sulaiman dapatlah dikatakan mempunyai teknologi yang maju dimasanya. Di istananya terdapat berbagai karya seni dan benda-benda berharga, yang mengesankan bagi semua yang menyaksikanya. Pintu gerbang istana dibuat dari gelas. Penyebutan Al Qurán dan akibatnya terhadap ratu Saba disebutkan dalam ayat berikut:

Dikatakanlah kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya ". Nabi Sulaiman berkata:" Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca ". Berkatalah Balqis: Ya, Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam ". (Surah An-Naml 44).

Setelah kuil Sulaiman dihancurkan, satu-satunya dinding / tembol kuil yang tersisa diubah menjadi "Tembok ratapan" oleh Yahudi. Setelah penaklukan Jerusalem di abad 7, kaum Muslim membangun Masjid Umat dan Kubah Batu dimana kuil tersebut dahulunya berada. Dalam gambar di sebelah kanan tampak Kubah Batu.
Istana Nabi Sulaiman disebut dengan "Solomon Temple / Kuil Sulaiman" dalam literatur bangsa Yahudi. Saat ini, hanya "Tembok sebelah Barat" yang tersisa dari bangunan kuil atau istana yang masih berdiri, dan pada masa yang sama tempat ini dinamakan "Tembok Ratapan / Wailing Wall" oleh orang Yahudi. Alasan mengapa istana ini, sebagaimana banyak tempat lain yang berada di Jerusalem kemudian dihancurkan adalah kerana tindakan jahat dan kesombongan dari bangsa Yahudi. Hal ini diberitahu oleh Al Qurán sebagai berikut:

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerosakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka maharajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.

Kemudian Kami berikan kepada kamu kekuasaan untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kaum yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (bererti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (Surah al Isra 4-7).
Kuil Sulaiman mempunyai teknologi yang paling maju ketika itu dan pemahaman estetika yang unggul. Pada gambar di atas ditunjukkan pusat kota Jerusalem selama masa pemerintahan Nabi Sulaiman.
1) Pintu Barat daya
2) Istana Ratu
3) Istana Sulaiman
4) Pintu gerbang dengan 32 tiang
5) Bangunan mahkamah
6) Hutan Libanon
7) Kediaman pendeta peringkat tinggi
8) Pintu masuk ke kuil
9) Alun-alun kuil
10) Kuil Sulaiman

Seluruh kaum yang disebutkan dalam bab-bab terdahulu patut mendapat hukuman kerana pemberontakan mereka dan ketidak bersyukuran mereka atas kurniaan Allah, dan makanya mereka pun ditimpa bencana. Setelah berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa negara dan wilayah, dan akhirnya menemukan sebah rumah di tanah suci pada masa Sulaiman, bangsa Yahudi sekali lagi dihancurkan kerana perilaku mereka yang diluar batas, dan kerana tindakan mereka yang merosakkan dan membangkang. Yahudi moden yang telah menetap di daerah yang sama dengan daerah dimasa lalu, kembali menyebabkan kerosakan dan "berbesar hati dengan kesombongan yang luar biasa" seperti yang mereka lakukan sebelum peringatan yang pertama.




0 comments:

Post a Comment

Followers

networkblogs