Tuesday, 21 July 2015

Filled Under:

Ritual Pembakaran Lembu Jantan di Sepanyol.


Festival El Toro Jubillo telah berlangsung selama berabad-abad di Medinaceli, Sepanyol. Ritual membakar tanduk lembu jantan dan membiarkan haiwan itu terbakar berusaha lepas dari api, yang merupakan hiburan rutin bagi penduduk setempat, kini menuai protes dari sejumlah aktivis pecinta haiwan.


Dalam ritual ini tanduk lembu jantan akan dipasang dua obor besar lalu dibakar dengan api hingga terbakar. Lembu jantan yang terbakar akan dilepaskan di lapangan terbuka, berlari-lari berusaha melepaskan dirinya daripada panas api yang membakar kepala hingga punggungnya. Penduduk tempatan berramai-ramai akan mengejar haiwan itu dan mengejeknya agar semakin marah.



 Penduduk setempat merasa bangga dengan festival yang diadakan setiap Sabtu tengah malam di alun-alun desa. Namun tidak bagi sejumlah penduduk Sepanyol yang tergabung dalam People for the Ethical Treatment of Animals, mereka menganggap ritual ini sebagai tradisi bar-bar yang tidak layak lagi dipertahankan di masa moden ini.

Seperti yang dilaporkan oleh Dailymirror, 16 November 2014, minggu ini perhimpunan besar-besaran berlaku untuk pertama kalinya di arena festival tersebut. Sejumlah aktivis perlindungan hak-hak binatang itu melakukan usaha untuk menghentikan upacara tersebut.



 Akhirnya pertembungan antara penduduk yang sedang menjalankan ritual dengan para penunjuk perasaan tidak dapat dielakkan berlaku di tengah berlangsungnya ritual. 

Penduduk tempatan yang marah dengan aksi unjuk rasa tersebut menyerang para aktivis dengan kasar, dan diduga sejumlah aktivis ditembak mati semasa pertengkaran terjadi.
"Bola api membakar tanduk lembu jantan, mata dan bahagian badan lain, menyebabkan tekanan berat. Penderitaan haiwan-haiwan itu tak terbayangkan. "Ucap Ben Williamson, salah seorang aktivis.



Namun tujuk perasaan yang berakhir pada pertengkaran itu tidak membuat keinginan para aktivis terkabulkan. Penduduk tempatan tidak bersedia menghilangkan tradisi yang sudah berlangsung selama berabad-abad itu.
"Ada banyak perkara yang lebih penting untuk di protes dari pada festival ini" ucap salah seorang penduduk.







3 comments:

Followers

networkblogs